UPT BLK Pasuruan Lakukan Studi Tiru Mengenai Project Based Learning Kejuruan Otomotif dan TIK di BBPVP Bandung

Tanggal Pelaksanaan : 5 November 2025 s/d 7 November 2025

Naker.News - Pasuruan. Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Pasuruan baru-baru ini melaksanakan studi tiru penting ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Studi tiru yang dilaksanakan pada Kamis, 06 November 2025, ini bertujuan untuk mendalami implementasi model pelatihan Project Based Learning (PBL).

Rombongan UPT BLK Pasuruan disambut hangat oleh perwakilan BBPVP Bandung, yang kemudian memberikan paparan materi PBL secara komprehensif di ruang meeting BBPVP. Fokus utama studi tiru ini adalah praktik PBL di kejuruan unggulan, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (Konten Kreator) dan Otomotif.

Model PBL di BBPVP Bandung dirancang sebagai solusi untuk mencetak tenaga kerja yang benar-benar siap industri. Model ini mengintegrasikan 40 JP Teori (daring), 160 JP Praktik (luring), dan 20 hari kerja On-the-Job Training (OJT).

Menurut Koordinator BBPVP, Erga Grenaldi, kunci keberhasilan model ini adalah kemitraan yang kuat dan penekanan pada penyelesaian proyek nyata. "Peserta wajib membawa proyek dari balai untuk diterapkan atau dilanjutkan di lokasi OJT. Kami pastikan semua kesepakatan OJT—termasuk peran mentor, isu di lapangan, dan pembiayaan—dituangkan dalam perjanjian PKS di awal," tegasnya.

Pelaksanaan dan Peraturan Peserta

  • Seleksi Ketat: Proses rekrutmen peserta dilakukan melalui 4 tahap (Administrasi, TPA, Psikotes, dan Wawancara).
  • Uji Kompetensi (UJK): UJK dilaksanakan setelah OJT dan berfokus pada teknis review product hasil proyek peserta selama di industri.
  • Aturan DO: Berdasarkan Permenaker No. 6 Tahun 2025, peserta yang mengundurkan diri karena diterima bekerja (aspek kritis) dan memiliki kehadiran $>80\%$ tetap mendapatkan sertifikat pelatihan.

Larry, Koordinator TIK, menjelaskan bahwa program TIK, termasuk Konten Visual, Generatif AI, dan Operasi Digital Web, memiliki peminat yang sangat tinggi. "Hampir semua program TIK kami arahkan ke media sosial, sehingga memudahkan kami dalam mencari mitra OJT yang relevan," ujarnya.

Di kejuruan Otomotif, fokus pelatihan bergeser dari servis konvensional menjadi "Memodifikasi kendaraan konvensional menggunakan sistem kendali jarak jauh" (Smart Operation), yang menekankan penambahan fitur IoT.

"Fokus pelatihan kami saat ini adalah mengintegrasikan software, hardware, dan aplikasi untuk menciptakan fitur baru pada kendaraan," kata Andri S.T. "Kami mewajibkan peserta memiliki kompetensi dasar minimal kelistrikan agar pelatihan 160 jam bisa efektif."

Dari sisi anggaran, Uus Hamdani BBPVP Bandung menyampaikan bahwa model PBL terbukti lebih hemat dibandingkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) reguler. Meskipun hemat, dukungan untuk peserta tetap maksimal:

  • Peserta menerima uang saku yang terus diberikan saat OJT.
  • Mentor OJT dari industri menerima honorarium sebesar Rp 400.000 per peserta.

Pengelolaan citra BBPVP di media sosial (Medsos) dijalankan oleh tim yang beranggotakan 10 orang, dan 1 orang khusus desain grafis yang dikoordinasi oleh Ketua Tim Medsos Uus Hamdani. Tim ini sangat dinamis, menyesuaikan eksekusi konten dengan news dan event mendadak, serta proaktif mempromosikan program yang pendaftarnya sepi.

Studi tiru ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang kuat bagi UPT BLK Pasuruan untuk mereplikasi dan mengadaptasi model PBL yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan daya serap industri.

Kembali